Abstract
Ketepatan prakiraan permintaan listrik memengaruhi efisiensi pembangkitan. Penelitian ini membangun model Long Short-Term Memory yang memadukan data historis beban dengan variabel suhu, kelembapan, dan hari libur. Data yang digunakan mencakup lima tahun beban harian sistem kelistrikan Jawa-Bali. Model mencapai galat persentase absolut rata-rata 2,84 persen, lebih baik dibandingkan model musiman ARIMA sebesar 4,91 persen. Penambahan variabel cuaca menurunkan galat sebesar 0,73 poin persentase.
Keywords
LSTM
prakiraan beban
deret waktu
kelistrikan