Abstract
Praktik integrasi berkelanjutan sering dianggap hanya sesuai bagi tim besar. Penelitian ini menerapkannya pada enam tim beranggotakan tiga sampai lima orang dan mengamati selama dua belas bulan. Cacat yang lolos ke lingkungan produksi turun dari rata-rata 14,2 menjadi 4,7 per bulan. Waktu dari penulisan kode hingga penerapan berkurang dari 6,3 hari menjadi 1,1 hari. Hambatan terbesar adalah penyusunan uji otomatis awal, yang memakan 40 persen usaha pada tiga bulan pertama.
Keywords
integrasi berkelanjutan
DevOps
kualitas perangkat lunak
uji otomatis