Abstract
Sebagian besar lalu lintas jaringan kini terenkripsi, menyulitkan deteksi ancaman tanpa melanggar privasi. Penelitian ini mengembangkan pendekatan analisis sidik jari lalu lintas berbasis pola ukuran dan waktu paket tanpa membuka isinya. Model diuji pada 400 gigabita lalu lintas kampus. Identifikasi jenis aplikasi mencapai akurasi 89,7 persen dan deteksi lalu lintas berbahaya 91,2 persen, tanpa perlu mendekripsi satu paket pun.
Keywords
lalu lintas terenkripsi
sidik jari jaringan
deteksi ancaman
privasi