Abstract
Penulisan uji unit memakan waktu dan sering diabaikan saat tenggat mendesak. Penelitian ini mengevaluasi pembuatan uji unit otomatis menggunakan model bahasa pada 240 kelas dari empat proyek nyata. Cakupan pernyataan yang dihasilkan mencapai 71,3 persen, dibandingkan 83,6 persen pada uji tulisan manusia. Namun 22 persen uji yang dihasilkan bersifat dangkal dan lolos tanpa menguji perilaku sesungguhnya, sehingga penelaahan manusia tetap diperlukan.
Keywords
pembuatan uji otomatis
model bahasa
cakupan uji
kualitas perangkat lunak