Abstract
Sistem manajemen pembelajaran mengandaikan koneksi internet stabil yang tidak selalu tersedia. Penelitian ini mengembangkan sistem yang mengutamakan mode luring dengan penyelarasan berkala. Penerapan dilakukan pada sembilan sekolah di daerah dengan ketersediaan koneksi di bawah empat jam sehari. Tingkat penyelesaian tugas naik dari 43 persen menjadi 81 persen, dan kebutuhan kuota data turun 76 persen dibandingkan sistem berbasis peramban penuh.
Keywords
sistem manajemen pembelajaran
mode luring
kesenjangan digital
penyelarasan data