Abstract
Layanan publik daring menghadapi lonjakan permintaan yang sulit diprediksi. Penelitian ini menerapkan arsitektur awan hibrida yang memadukan pusat data pemerintah dengan penyedia awan publik. Pengujian beban dilakukan pada tiga skenario dengan puncak 50.000 permintaan per menit. Arsitektur hibrida mampu menjaga waktu tanggap di bawah 800 milidetik pada seluruh skenario, dengan penghematan biaya 34 persen dibandingkan penambahan kapasitas pusat data sendiri.
Keywords
komputasi awan
awan hibrida
layanan publik
skalabilitas