Abstract
Pemalsuan dokumen digital semakin sulit dikenali secara kasat mata. Penelitian ini mengembangkan metode identifikasi yang memadukan analisis metadata, tanda tangan berkas, dan jejak kompresi. Pengujian dilakukan pada 2.600 dokumen, terdiri atas 1.300 asli dan 1.300 hasil manipulasi. Metode gabungan mencapai akurasi 93,4 persen, jauh di atas analisis metadata saja sebesar 67,2 persen. Kelemahan muncul pada dokumen hasil pemindaian ulang.
Keywords
forensik dokumen
metadata
deteksi pemalsuan
tanda tangan berkas