Abstract
Tingkat penyelesaian kursus daring terbuka umumnya rendah, namun penyebabnya jarang dianalisis secara empiris. Penelitian ini menganalisis jejak interaksi 18.700 peserta pada enam kursus. Pengelompokan menghasilkan empat pola keterlibatan yang berbeda. Peserta dengan pola interaksi teratur sejak pekan pertama memiliki peluang menyelesaikan kursus 6,4 kali lebih besar. Intervensi pengingat pada pekan kedua menaikkan penyelesaian sebesar 11 poin persentase.
Keywords
kursus daring terbuka
keterlibatan peserta
analitik pembelajaran
pengelompokan